9 September 2015 - 02:54
Rektor Al Azhar Tegaskan Pentingnya Menjalin Persatuan Sunni-Syiah

“Musuh telah memanfaatkan keributan yang terjadi ditengah umat Islam, yang satu sama lain saling mencampuri urusan, saling menghina dan melecehkan pribadi tertentu bahkan melakukan pelecehan terhadap simbol-simbol suci masing-masing kelompok.”

Menurut Kantor Berita ABNA, mengenai berita terbaru perkembangan dialog antara Ayatullah al-Uzhma Nashir Makarim Shirazi dengan Rektor Universitas Al-Azhar, Syaikh DR. Ahmad al Tayyib melalui surat menyurat, disebutkan Syaikh Ahmad al-Tayyib membalas surat Ayatullah Makarim Shirazi dengan menuliskan ucapan terimakasih dan mengapresiasi positif upaya ulama-ulama Iran dalam mewujudkan persatuan Islam dikalangan pengikut mazhab-mazhab Islam yang ada.

Dalam suratnya tersebut, ia juga menegaskan pentingnya persatuan umat Islam, dan Universitas Al Azhar serta pihaknya akan mengambil bagian dalam merintis terwujudnya persatuan tersebut.

Rektor Universitas Al-Azhar Kairo tersebut menulis, “Perselisihan antar mazhab hari ini, bukan lagi perbedaan yang dicarikan titik temunya melalui dialog, bukan lagi berbicara mengenai perbedaan pendapat yang satu sama lain harus saling menghargai, namun telah berganti menjadi perang, pembunuhan dan saling menumpangkan darah, Ahlusunnah dan Syiah turut menjadi korban akan adanya pertikaian ini. Dan inilah yang kemudian dimanfaatkan musuh untuk mengambil keuntungan sebanyak-banyaknya demi kepentingan mereka dengan mengambil alih wilayah dan kekayaan-kekayaan umat Islam.”

“Musuh telah memanfaatkan keributan yang terjadi ditengah umat Islam, yang satu sama lain saling mencampuri urusan, saling menghina dan melecehkan pribadi tertentu bahkan melakukan pelecehan terhadap simbol-simbol suci masing-masing kelompok.” tambahnya.

“Saya telah berkali-kali menegaskan pentingnya penyelenggaraan dialog-dialog dan pertemuan antara ulama-ulama dan cendekiawan antara komunitas Ahlu Sunnah dengan komunitas Syiah. Yang melalui penyelenggaran pertemuan-pertemuan seperti itu, kita bisa saling memahami satu sama lain. Dan dalam pertemuan tersebut harus dikeluarkan fatwa yang tegas bahwa haram Syiah dibunuh oleh Ahlu Sunnah, begitupun sebaliknya haram hukumny Syiah  membunuh Ahlu Sunnah.” tegasnya.

Dibagian akhir suratnya, Syaikh Ahmad al-Tayyib menyampaikan harapan dan rasa optimisnya, umat Islam akan bersatu suatu hari nanti. Iapun secara pribadi meminta Ayatullah Makarim Shirazi untuk kelak hadir dan menjadi pembicara dalam pertemuan-pertemuan untuk perpaduan Islam tersebut.